Sabtu 9 September 2017
Memulai
Sebuah Misi Perubahan
Ketika saya di perhadapkan pada sebuah beban
pelayanan yang harus saya pikul di tengah kondisi sebuah Jemaat Tuhan yang
tidak dalam kondisi yang kondusif….
Banyak penolakan dan saling curiga antasa satu
dan lainnya, terutama dalam pelayanan, pada awalnya saya tidak paham yang
sebenarnya terjadi, sebab saya beranggapan
bahwa Jemaat sebesar ini pasti tidak memiliki masalah dalam pela
beranggapan bahwa Jemaat sebesar ini
pasti tidak memiliki masalah dalam pelayanan.
Dan ketika pelayanan itu saya mulai, pada fase
awalnya semuanya terasa aman dan baik-baik saja tidak ada sesuatu yang menganjal
dalam pelayanan tersebut. Kemudian pada tahap selanjutnya barulah mulai terasa
ada yang tidak sejalan dengan apa yang saya pahami mengenai sebuah pelayanan
yang sesungguhnya. Banyak dari mereka yang mulai curiga, apa konsep pelayanan
saya sebenarnya. Kenapa sudah keluar dari apa yang sebenarnya mereka pahami…. Saya
berpikir bahwa ide kreatif yang cemerlang bagi anak muda itu dibutuhkan agar
mereka tidak merasa bosan dengan rutinitas ibadah yang begitu monoton dan tidak
membangkitkan semangat para orang muda.
Saya berpikir keras sebenarnya untuk bagaimana
menyiasati bahwa pelayanan pemuda itu harus lebih kreatif dan lebih berinofasi
agar anak-anak muda tidak merasa jenuh dalam ibadah…
Namun ide kreatif saya itu semua di cekal dan
tidak diperbolehkan oleh majelis dewan gereja bahwa apa yang saya bawah itu
dapat merusak sebuah tatanan pelayanan yang sudah di bentuk oleh pemahaman
mereka dan aturan-aturan yang telah mereka sepakati oleh dewan Sinode gereja yang
telah ditentukan dalam sebuah pelayanan gereja…
Memang benar aturan gereja yang telah ditentukan
oleh dewan tertinggi dari gereja itu, namun inofasi dan keratifitas yang coba
kami terapkan itu tidak lepas dari aturan yang ada, bahkan dari kaidah-kaidah
aturan tersebut kami kemas dan buat lebih kreatif lagi… tetapi semuanya itu
seakan-akan tidak berguna, kami di anggap membawa peruhan aturan baru yang dapat
menghancurkan masa depan dari pada gereja tersebut…
Dengan demikian saya sebagai bagian yang
terkecil saya mengalah dengan keadaan yang telah terjadi, majelis dewan gereja
beranggapa bahwa saya dapat mengacaukan apa yang telah mereka bentuk… yah saya
tidak dapat berbuat banyak karena merekalah petinggi dan mereka adalah pimpinan
dalam gereja yang harus di hormati dan dihargai apa setiap keputusan mereka apa
pun itu entah baik maupun tidak…?
Seperti apa kata para pendeta dari luar dan
senior-senior pendahulu dari kami bahwa, untuk mau memulai sebuah perubahan itu
tidaklah mudah sebab diperlukan semangat dan mental yang baja atau yang kuat
seperti batu karang,….
Saya tahu bahwa perubahan itu tidaklah mudah…
perubahan itu membutuhkan waktu, dampak, bukti dan hasil dari kerja keras yang
kita buat… ketika orang banyak sudah melihat perubahan tersebut barulah mereka
menyadari akan apa yang kami kerjakan selama ini..
Semangat saja tidak lah cukup untuk merubah
sebuah paradigma seseorang, ide saja juga tidaklah cukup, kerja keraspun masih
belum cukup… inti dari semuanya itu adalah konsistensi ketika kita tidak
konsisten, maka sia-sialah semua hal tadi yaitu semangat, ide dan kerja keras…
(konsisten) merupakan sebuah bukti ketekunan dan sebuah bukti iman kita kepada
Tuhan dan kepada hasil yang sebenarnya ingin kita capai pada masa-masa yang
akan datang….
Sudah 4 tahun lebih saya berada pada pelayanan
yang sangat membosankan dan itu-itu saja tidak ada sebuah perubahan yang lebih
baik, justru malah dengan aturan yang mereka buat sendiri lebih membawa mereka
ke dalam jurang kehancuran sebuah pelayanan dari sebuah gereja yang begitu
megah…
Saya tahu ini masa-masa yang sangat sulit bagi
kami para orang muda, kami diperhadapkan kepada begitu banyak permasalahan yang
timbul sehingga konsentrasi kami berubah…
Atau apakah karena kita begitu rapuh, yang
sering kehilangan semangat perjuangan oleh karena sebuah terpaan angin badai
yang datang menghampiri tiang pelayanan kami para anak muda…
Atau iman pelayanan itu sudah lalu dari pada
kami oleh karena keselahan kami sendiri, yang begituh sombong dan angkuh dan
tidak mau mendengarkan nasehat atau masukan dari pada orang lain. Saya sendiri
tidak tahu dan tidak paham apa yang sebenarnya terjadi dalam pelayanan yang
diberikan kepada saya, dimanan pelayana itu sendiri menuntut pertangguna
jawaban dari diri saya yang telah mau mengaku dan berdiri di hadapan Tuhan
untuk mau sanggup menyelesaikan pelayana tersebut.
Tidak
mudah memang dan tidak gampang untuk berdiri di depan sebagai tameng dari
sebuah pelayanan kepada orang lain, sebab apapun kondisinya kitalah yang utama
di soroti oleh orang lain sebagai peninjau dan penilai dari sebuah pelayanan
itu… itu sudah keputusan dan kesediaan saya sejak awal mau memikul dan menerima
beban pelayana tersebut di pundak saya… maka sudah menjadi tugas saya untuk
menyelesaikannya hingga akhir.
Pada saat ini masa pelayanan saya tinggal 1
tahun lagi, namun tujuan pelayanan yang ingin saya tinggalkan sebagai sebuah
pelajaran atau pengalaman yang baik bagi generasi penerus saya ini belum juga
terwujud…..
Saya berharap saya dapat memahami keinginan dari
para kaum muda yang ada dalam pelayanan agar saya dapat memuaskan hasrat
pelayanan mereka, agar mereka puas dengan apa yang kita usahana… apa pun
keinginan mereka itu saya coba untuk bisa mewujudkannya sebagai kado yang manis
di akhir masa kepemimpinan saya dalam menjalani sebuah misi pelayanan bersama
para orang-orang muda yang ada dalam gereja ini…
Saya harus
dapat memberikan apa yang mereka mau…
Mereka masih muda dalam masih butuh banyak
pemahaman atau pembelajaran lagi agar mereka benar-benar mengerti dan memahami
apa itu sebenarnya pelayanan yang sejati..
Pelayanan yang sejati bukan dengan seberapa
banyak uang derma yang masuk, bukan soal khotbah yang bagus, bukan soal
siapakah pendeta yang memimpin, bukan soal membangun bangunan gereja yang
megah, bukan soal memiliki usaha-usaha lain dalam meningkatkan pendapatan
keuangan gereja.
Namun
pelayana sejati ialah seberapa banyak warga jemaat yang mendapatkan berkat
dengan apa yang kita lakukan, dan seberapa banyak orang yang pulih dari luka
batin yang mereka alami, karena bersama Tuhan ada damai dan sukacita yang penuh
melimpah….. ketika hal demikian dapat kita hadirkan dalam pelayanan maka kita
akan sampai pada sebuah pelayan yang baik dan menjadi pelayanan yang berkenan
kepada ALLAH, oleh sebab kita mampu menjalankan apa yang Allah mau dalam
menjalankan pelayanan yaitu sebagai saluran berkat bagi orang lain dan sesame kita
manusia, yang tidak melihat apa latar belakang agama, suku/ras, dari gereja
mana atau dari golongan mana… kita sama-sama manusia yang diciptakan oleh
Allah, maka kita semua adalah anak Allah yang semuanya memiliki hak waris yang
sama…. Allah menciptakan manusia itu dan memberi janji bagi manusia itu serta
memberi kekuasaan yang sama kepada seluruh manusia…. Allah tidak pernah
membeda-bedakan Anak Manusia yang telah Allah ciptakan itu… kita seraya anak-anak
dalam 1 keluarga besar yang membutuhkan perhatian dari Orang tua.
Dengan
demikian kita semua memiliki hak yang sama juga….. saya percaya sang pencipta
manusia tidak membeda-bedakan manusia… sebagai contoh dalam 1 keluarga ada 5
anak, Ayah dari ke 5 anak ini akan berupaya untuk bersikap adil bagi mereka
semua agar di kemudian hari kelak mereka tidak akan saling bermusuhan dan
saling membunuh oleh karena masalah hak waris dari sebuah harta yang dimiliki
oleh Ayahnya….. tentulah sudah pasti seorang Ayah harus berlaku adil bagi
anak-anaknya supaya semua merasa adil dalam pembagian harta tersebut.
Maka
hal demikian pula yang terjadi pada manusia masa kini dan saat ini…
Maka 1 kata gereja perlu imajinasi, kreatifitas
dan perubahan agar para anggota gerejanya tidak merasa bosan dengan kondisi-kondisi
saat ini….
Berikanlah sebuah pemahaman yang baru dalam
pelayanan itu maka saya percaya setiap pemahaman yang keliru pasti dapat di
luruskan oleh lembaga gereja tersebut…
1 pesan saya be strong and be the champions…
Problem is never ending…..
Tetapi setiap masalah bukan tidak ada solusi dan
jalan keluar…. Maka masalah tersebut dapat dipecahkan….
#semuelkorwa@gmail.com/081240337609