Senin, 02 Oktober 2017

Perihal Tentang Doa


PEMUDA GKI EBENHAERZER RIDGE BIAK
Bpk. Pndt. Max Kafiar

“Perihal Tentang Doa”
Matius 6: 5 – 15
Doa Bapa Kami

9. 
Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
10. datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
11. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
12. dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
13. dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)


Pengantar
Doa adalah alat komunikasi antara orang percaya dengan Tuhan,, melalui Doa kita membangun relasi yang intim dengan Tuhan. Dengan doa kita mengucap syukur kepada Tuhan dan menyampaikan segala kebutuhan hidup kita, bahkan dalam situasi yang sulit, kita selalu memohon pertolonganNya.
Doa yang sunguh – sunguh naik dari hati nurani yang bersih mengandung kuasa Ilahi yang besar; apalagi kalau disertai dengan puasa. (bacaan Yakobus 5 : 16c ; Matius 17:21)

Dengan perikop ini Yesus menyampaikan KhotbahNya diatas bukit dan salah satu Thema tentang hal berdoa. Yesus menandaskan bahwa berdoa tidak boleh terlalu Demonstrarif (Berdiri dimuka umum untuk pamer kebolehan), bukan berarti tidak boleh berdoa dimuka umum, berdoa dimuka umum dalam acara-acara tentu boleh tetapi yang dimaksud Yesus adalah orang yang sengaja berdiri dimuka umum dan berdoa, di Pasar, ditengah keramaian tanpa diundang.

Doa juga tidak boleh bertele-tele, cukup menyampaikan maksud yang hendak disampaikan, Yesus juga menyarankan agar Doa pribadi lebih baik ditempat yang tersembunyi atau dikamar. Alangkah indahnya kalau setiap keluarga Kristen mempunyai kamar Doa khusus (tempat bergumum dengan Tuhan).

1.      Berdoa yang benar adalah doa yang naik dari hati nurani yang didasari dengan Iman dan Pengharapan (Yakobus 5:6c) Doa juga harus disampaikan langsung maksud dan tujuan yang hendak disampaikan kepada Tuhan dan jangan bertele-tele karena Tuhan susah mengetahui apa yang hendak kita sampaikan (Matius 6:8)

2.      Pembagian Doa dana Doa Bapa Kami: 
pada ayat 9 -10 pada ayat 9 itu khusus Pengagungan Nama Tuhan dan Pengucapan Syukur dan pemuliaan namaNya, sebagai Allah yang Maha Kuasa dan Maha Kudus serta Maha Tinggi. Allah yang Maha Tinggi itu kita mohon untuk hadir dalam kehidupan kita agar kita dapat merasakan Damai Sejahtera dan dapat melakukan kehendak Tuhan, sehingga suasana damai sejahtera yang ada di Sorga juga hadir di bumi damai sejahtera tersebut harus di bangun dalam relasi dengan Allah dan sesame manusia.
Ayat 11. Pada ayat ini mengungkapkan tentang kebutuhan jasmani sehari – hari, baik makan, minum, pakaian, perumahan dst. Menyangkut seluruh kebutuhan jasmani.
Ayat 12. Permohonan pengampunan, bahwa kita sebagai manusia yang hakekatnya penuh dengan dosa agar diberi pengampunan dan berdasarkan pengampunan itulah kita dapat mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita.
Pengampunan itu sudah terjadi melalui salib kematian dan kebangkitan Kristus, kini bagaimana kita dapat mengampuni orang lain..? inilah ciri – ciri Kekristenan yang sesungguhnya.
Ayat 13. Janganlah membawa kami kedalam pencobaan, yang dimaksud bahwa: Tuhan jangan biarkan kita manusia yang lemah ini untuk menghadapi pencobaan yang lebih dari kekuatan kita (Pencobaan yang dimaksud disini datangnya dari sijahat) atau dengan kata lain “Tuhan jangan biarkan kami jatuh dalam kuasa iblis, tetapi lepaskanlah kami dari pada kuasa kejahatan iblis. Karena kita lemah, maka kita butuh kekuatan dari Tuhan”.
karena Tuhan kita mempunyai kuasa yang besar atas langit dan bumi dan kedaulatan pemerintahanNya mengatasi segala kuasa di bumi.
kemuliaanNya melampaui segala akan manusia serta melampaui ruang dan waktu sampai selama-lamanya.

3.      Manfaat dan Tujuan Doa Bapa Kami bagi orang Kristen?
Doa Bapa Kami adalah Doa uang paling sempurna oleh karena itu orang Kristen yang belum tahu dan cakap untuk berdoa maka Doa Bapak Kami lah pilihan untuk diucapkan dengan Iman.
Itulah maksud dan tujuan Yesus mengajarkannya kepada kita. Asal diucapkan dalam penghayatan yang sungguh dengan Iman dan Pengharapan.

4.      Yang harus kita lakukan agar Doa kita dikabulkan
1.      Mengampuni kesalahan orang lain, karena itu merupakan ciri-ciri kekristenan yang benar (ayat 14-15).

2.      Doa dengan rendah hati seperti seorang pemungut cukai (Lukas 18:13-14).






semuelkorwa@gmail.com/WA. 081240337609

Rabu, 27 September 2017

Kamu Telah di Pilih dan di Tentukan sejak semula...

Yohanes 15:16
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam namaKu, diberikanNya kepadamu.

Saya percaya bahwa seriap manusia yang terlahir ke dunia ini telah di rancangkan oleh Tuhan, agar kuasa dan kemuliaan Tuhan terjadi di dalam kehidupan manusia itu….

Mereka yang awalnya tidak mengenal Kristus Yesus itu dipersiapkan oleh Allah agar pemberitaan Injil itu digenapi oleh kita yang sudah Tuhan bentuk dan rencanakan..
Kita terlahir dalam sebuah keluarga yang sudah menggenal Yesus, mengapa demikian, pernahkan terpikir bahwa mengapa saya tidak lahir dari sebuah keluarga yang tidak mengenal Yesus atau sebuah keluarga yang kaya raya, atau raja atau penguasa agar saya dapat bebas kemana saja dan tidak perlu lagi untuk susah-susah bekerja untuk kehidupan saya.

Dengan demikian jawabannya adalah Yohanes 15:16

Dan saya percaya bahwa pada awalnya kalian tidak akan terpikirkan untuk memilih Yesus…  andaikan saja ada Nabi yang dapat seperti Yesus saya percaya bahwa kalian mungkin tidak akan memilih Yesus. Dan agar manusia itu tidak sombong dengan pengakuan bahwa saya memilih Yesus, maka Yesus sendirilah yang memilih kamu supaya tidak ada tawar menawar di dalam hati kamu.

Kita dapat membayangkan hal itu seperti contoh: kita memilih kepala daerah (Bupati) ketika kita sudah memilih dan menetapkan dia sebagai bupati, setelah ia terpilih dan diangkat menjadi seorang bupati. Akan muncul kata seperti demikian “Oh itu kan kami yang memilih Bapak sebagai bupati, jika kami tidak pilih bapak maka tidak akan mungkin bapak bisa menjadi bupati, maka dengan demikian kita berhak untuk meminta apa saja sesuai dengan kemauan kita…. Hal ini dikarenakan sebagai utang balas budi”.

Allah lebih mengetahui isi Hati manusia itu, dan Allah tahu bahwa manusia itu lemah, akan sangat mudah di pengaruhi dan di bujuk oleh iblis maka Allah tidak mengiginkan hal demikian terjadi. Jika manusia itu yang memilih Allah maka manusia akan sangat berkuasa untuk dapat memaksakan kehendaknya kepada Allah. Maka dengan demikian Allah sendiri yang memilih manusia itu dan menetapkan manusia itu kepada maksud dan kehendak Allah dalam diri manusia, yaitu sebagai pewarta kabar sukacita dari Allah kepada semua orang dan suku bangsa, agar mereka juga diselamatkan. 

Matius 28 ayat 19 - 20 memberikan pesan bagi kita umat kristen yaitu:

19 (Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus).

20 (dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. dan ketahuilah, Aku menyertaimu senantiasa sampai kepada akhir Zaman).


semoga memberkati.... GBU Syallom...



semuelkorwa@gmail.com/0081240337609.

Merasa Hambar


Kehidupan kita sering sekali membawa kita kepada suatu kondisi dimana kita memdapatkan tekanan dalam batin kita terhadap setiap pergumulan dan permasalahan hidup kita.

terkadang kita akan merasa berada dalam satu titik terendah dari kehidupan orang lain diluar sana... terkadang kita merasa kita tidak dibutuhkan dan tidak berguna bagi orang lain. 
mungkin saja hal demikian dapat terjadi, mengapa tidak, hal ini menandakan bahwa kita masih bisa merasakan pahit manisnya kehidupan ini.

tahukan sahabat ternyata engkau itu sangat berarti bagi sesamamu.. mengapa...? engkau masih berpikir bahwa seberapa pentingnya kehidupan saya bagi mereka... itu menandakan bahwa engkau masih memikirkan kehidupan mereka juga... maka engkau tidak egois untuk memikirkan kehidupan mu sendiri. saya tahu maksud kalian adalah baik, namun terkadang dengan keinginan hati kita dan kepolosan kita itu malah kita dianggap bersalah karena begitu naif dan begitu ikhlas kepada mereka. 

mengapa justru masalah itu datang kepada kita tanpa henti-hentinya...? 
saya pun pernah mengalaminya, saya pun pernah berada pada satu titik terendah dalam hidup saya.
sampai saya bertanya-tanya seperti inikah kehidupan kita secara kekristenan..?
mengapa orang kristen itu begitu egois dengan hanya menginginkan bahwa hanya dialah yang berhak untuk selalu mendapatkan berkat dari pada Tuhan saja, banyak dari mereka yang datang ke gereja hanya untuk mengiginkan dirinya mendapatkan berkat dan dirinya untuk di doakan agar selalu sukses dalam kerja dan usahanya. 

jika demikian lantas apa sebenarnya yang di doakan oleh seorang anak terlantar, seorang janda miskin, seorang penjahat, seorang gelandangan, seorang nelayan miskin dan seorang tukang kebun yang sakit-sakitan yang tidak sanggup untuk mengarap kebunnya sendiri... apa kah ada yang tahu sebenarnya apa yang mereka butuhkan dan doakan...?

1. seorang anak terlantar pasti akan berdoa bukan untuk mendapatkan gaji atau uang yang banyak, tetapi dia mungkin akan berdoa bagi kedua orang tuanya agar sehat-sehat selalu...dan suatu saat pasti akan di pertemukan.


2. seorang janda miskin mungkin dapat berdoa bagi anak-anaknya agar tidak menjanda seperti yang ia alami.

3. seorang penjahat. bisa saja ia berdoa untuk kebebasannya atau mungkin ia berdoa agar anaknya atau sanak saudaranya tidak mengalami hal buruk seperti yang ia alami.

4. seorang gelandangan ia mungkin akan berdoa agar semoga hari ini ada orang yang mau memberikan ia makan, atau tempat sekedar tidur di malam hari agar tidak terkena hujan.. setelah itu ia akan melanjutkan perjalanannya untuk berkelana lagi. 

5. seorang nelayan miskin akan berdoa untuk hari ini Tuhan dapat memberikan orang lain agar dapat membantunya untuk menagkap ikan atau sekedar memberikan ia tumpangan perahu agar ia dapat melaut dan mencari ikan.. soal hasilnya tidak mengapa asalkan ia dapat melaut hari ini.

6. seorang petani yang sakit-sakitan mungkin saja akan berdoa meminta agar ada orang lain yang datang untuk membantunya menggarap lahan pertaniannya.. soal hasil panennya tidak ia pikirkan karena ia tahu ia tidak menggarapnya meski ia memiliki kebun anggur itu.

dengan demikian lantas hidup ini sebenarnya begitu berguna bagi orang lain.. orang yang tidak berdaya dengan keterbatasan dan kekurangan saja mau mendoakan orang lain. jadi sebenarnya hidup kita ini begitu berharga bagi orang lain..

ayolah para sahabat jika engkau mengalami tekanan permasalahan yang begitu berat saat ini. engkau harusnya berpikir bahwa engkau begitu berarti bagi orang lain. bangkitlah dari setiap keterpurukan yang engkau alami saat ini...

jadilah pemenang.. jadilah penggikut kristus yang luar biasa hebat bagi kehidupanmu...

"bukankah Tuhan telah menyiapkan kehidupan yang layak bagi setiap anakNya"..? jikalau demikian dimanakah iman percayamu... dimanakah ciri khas kehidupan kekristenanmu..?

hanya saja 1 hal yang harus diperhatikan bahwa kesemuannya itu tidak di dapat dengan mudah... butuh waktu dan proses yang sangat panjang untuk kita pahami dan mengerti...

Tuhan menguji kesetiaanmu dan hatimu sebab tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup kita ini... ingatlah apa yang dialami para nabi sebelum kita, dimulai dari Musa, yang Tuhan uji kesabarannya, namun ia masih tidak tahan terhadap bangsa israel sehingga ia tidak layak masuk dalam tanah Kanaan perannya digantikan oleh nabi Harun...

yakinlah akhir dari pada semuanya itu ada janji keselamatan yang abadi...!

sekian dulu yah tulisan saya ini.... nanti di sambung lagi....
semoga memberkati kita sekalian....
syallom.... Tuhan Memberkati kita sekalian....




semuelkorwa@gmail.com/081240337609

Sabtu, 09 September 2017

Sebuah Misi Perubahan

Sabtu 9 September 2017

Memulai Sebuah Misi Perubahan

Ketika saya di perhadapkan pada sebuah beban pelayanan yang harus saya pikul di tengah kondisi sebuah Jemaat Tuhan yang tidak dalam kondisi yang kondusif….
Banyak penolakan dan saling curiga antasa satu dan lainnya, terutama dalam pelayanan, pada awalnya saya tidak paham yang sebenarnya terjadi, sebab saya beranggapan  bahwa Jemaat sebesar ini pasti tidak memiliki masalah dalam pela beranggapan  bahwa Jemaat sebesar ini pasti tidak memiliki masalah dalam pelayanan.
Dan ketika pelayanan itu saya mulai, pada fase awalnya semuanya terasa aman dan baik-baik saja tidak ada sesuatu yang menganjal dalam pelayanan tersebut. Kemudian pada tahap selanjutnya barulah mulai terasa ada yang tidak sejalan dengan apa yang saya pahami mengenai sebuah pelayanan yang sesungguhnya. Banyak dari mereka yang mulai curiga, apa konsep pelayanan saya sebenarnya. Kenapa sudah keluar dari apa yang sebenarnya mereka pahami…. Saya berpikir bahwa ide kreatif yang cemerlang bagi anak muda itu dibutuhkan agar mereka tidak merasa bosan dengan rutinitas ibadah yang begitu monoton dan tidak membangkitkan semangat para orang muda.
Saya berpikir keras sebenarnya untuk bagaimana menyiasati bahwa pelayanan pemuda itu harus lebih kreatif dan lebih berinofasi agar anak-anak muda tidak merasa jenuh dalam ibadah…
Namun ide kreatif saya itu semua di cekal dan tidak diperbolehkan oleh majelis dewan gereja bahwa apa yang saya bawah itu dapat merusak sebuah tatanan pelayanan yang sudah di bentuk oleh pemahaman mereka dan aturan-aturan yang telah mereka sepakati oleh dewan Sinode gereja yang telah ditentukan dalam sebuah pelayanan gereja…
Memang benar aturan gereja yang telah ditentukan oleh dewan tertinggi dari gereja itu, namun inofasi dan keratifitas yang coba kami terapkan itu tidak lepas dari aturan yang ada, bahkan dari kaidah-kaidah aturan tersebut kami kemas dan buat lebih kreatif lagi… tetapi semuanya itu seakan-akan tidak berguna, kami di anggap membawa peruhan aturan baru yang dapat menghancurkan masa depan dari pada gereja tersebut…
Dengan demikian saya sebagai bagian yang terkecil saya mengalah dengan keadaan yang telah terjadi, majelis dewan gereja beranggapa bahwa saya dapat mengacaukan apa yang telah mereka bentuk… yah saya tidak dapat berbuat banyak karena merekalah petinggi dan mereka adalah pimpinan dalam gereja yang harus di hormati dan dihargai apa setiap keputusan mereka apa pun itu entah baik maupun tidak…?

Seperti apa kata para pendeta dari luar dan senior-senior pendahulu dari kami bahwa, untuk mau memulai sebuah perubahan itu tidaklah mudah sebab diperlukan semangat dan mental yang baja atau yang kuat seperti batu karang,….
Saya tahu bahwa perubahan itu tidaklah mudah… perubahan itu membutuhkan waktu, dampak, bukti dan hasil dari kerja keras yang kita buat… ketika orang banyak sudah melihat perubahan tersebut barulah mereka menyadari akan apa yang kami kerjakan selama ini..
Semangat saja tidak lah cukup untuk merubah sebuah paradigma seseorang, ide saja juga tidaklah cukup, kerja keraspun masih belum cukup… inti dari semuanya itu adalah konsistensi ketika kita tidak konsisten, maka sia-sialah semua hal tadi yaitu semangat, ide dan kerja keras… (konsisten) merupakan sebuah bukti ketekunan dan sebuah bukti iman kita kepada Tuhan dan kepada hasil yang sebenarnya ingin kita capai pada masa-masa yang akan datang….
Sudah 4 tahun lebih saya berada pada pelayanan yang sangat membosankan dan itu-itu saja tidak ada sebuah perubahan yang lebih baik, justru malah dengan aturan yang mereka buat sendiri lebih membawa mereka ke dalam jurang kehancuran sebuah pelayanan dari sebuah gereja yang begitu megah…
Saya tahu ini masa-masa yang sangat sulit bagi kami para orang muda, kami diperhadapkan kepada begitu banyak permasalahan yang timbul sehingga konsentrasi kami berubah…
Atau apakah karena kita begitu rapuh, yang sering kehilangan semangat perjuangan oleh karena sebuah terpaan angin badai yang datang menghampiri tiang pelayanan kami para anak muda…
Atau iman pelayanan itu sudah lalu dari pada kami oleh karena keselahan kami sendiri, yang begituh sombong dan angkuh dan tidak mau mendengarkan nasehat atau masukan dari pada orang lain. Saya sendiri tidak tahu dan tidak paham apa yang sebenarnya terjadi dalam pelayanan yang diberikan kepada saya, dimanan pelayana itu sendiri menuntut pertangguna jawaban dari diri saya yang telah mau mengaku dan berdiri di hadapan Tuhan untuk mau sanggup menyelesaikan pelayana tersebut.

                Tidak mudah memang dan tidak gampang untuk berdiri di depan sebagai tameng dari sebuah pelayanan kepada orang lain, sebab apapun kondisinya kitalah yang utama di soroti oleh orang lain sebagai peninjau dan penilai dari sebuah pelayanan itu… itu sudah keputusan dan kesediaan saya sejak awal mau memikul dan menerima beban pelayana tersebut di pundak saya… maka sudah menjadi tugas saya untuk menyelesaikannya hingga akhir.

Pada saat ini masa pelayanan saya tinggal 1 tahun lagi, namun tujuan pelayanan yang ingin saya tinggalkan sebagai sebuah pelajaran atau pengalaman yang baik bagi generasi penerus saya ini belum juga terwujud…..
Saya berharap saya dapat memahami keinginan dari para kaum muda yang ada dalam pelayanan agar saya dapat memuaskan hasrat pelayanan mereka, agar mereka puas dengan apa yang kita usahana… apa pun keinginan mereka itu saya coba untuk bisa mewujudkannya sebagai kado yang manis di akhir masa kepemimpinan saya dalam menjalani sebuah misi pelayanan bersama para orang-orang muda yang ada dalam gereja ini…
 Saya harus dapat memberikan apa yang mereka mau…
Mereka masih muda dalam masih butuh banyak pemahaman atau pembelajaran lagi agar mereka benar-benar mengerti dan memahami apa itu sebenarnya pelayanan yang sejati..
Pelayanan yang sejati bukan dengan seberapa banyak uang derma yang masuk, bukan soal khotbah yang bagus, bukan soal siapakah pendeta yang memimpin, bukan soal membangun bangunan gereja yang megah, bukan soal memiliki usaha-usaha lain dalam meningkatkan pendapatan keuangan gereja.
                Namun pelayana sejati ialah seberapa banyak warga jemaat yang mendapatkan berkat dengan apa yang kita lakukan, dan seberapa banyak orang yang pulih dari luka batin yang mereka alami, karena bersama Tuhan ada damai dan sukacita yang penuh melimpah….. ketika hal demikian dapat kita hadirkan dalam pelayanan maka kita akan sampai pada sebuah pelayan yang baik dan menjadi pelayanan yang berkenan kepada ALLAH, oleh sebab kita mampu menjalankan apa yang Allah mau dalam menjalankan pelayanan yaitu sebagai saluran berkat bagi orang lain dan sesame kita manusia, yang tidak melihat apa latar belakang agama, suku/ras, dari gereja mana atau dari golongan mana… kita sama-sama manusia yang diciptakan oleh Allah, maka kita semua adalah anak Allah yang semuanya memiliki hak waris yang sama…. Allah menciptakan manusia itu dan memberi janji bagi manusia itu serta memberi kekuasaan yang sama kepada seluruh manusia…. Allah tidak pernah membeda-bedakan Anak Manusia yang telah Allah ciptakan itu… kita seraya anak-anak dalam 1 keluarga besar yang membutuhkan perhatian dari Orang tua.
                Dengan demikian kita semua memiliki hak yang sama juga….. saya percaya sang pencipta manusia tidak membeda-bedakan manusia… sebagai contoh dalam 1 keluarga ada 5 anak, Ayah dari ke 5 anak ini akan berupaya untuk bersikap adil bagi mereka semua agar di kemudian hari kelak mereka tidak akan saling bermusuhan dan saling membunuh oleh karena masalah hak waris dari sebuah harta yang dimiliki oleh Ayahnya….. tentulah sudah pasti seorang Ayah harus berlaku adil bagi anak-anaknya supaya semua merasa adil dalam pembagian harta tersebut.
                Maka hal demikian pula yang terjadi pada manusia masa kini dan saat ini…
Maka 1 kata gereja perlu imajinasi, kreatifitas dan perubahan agar para anggota gerejanya tidak merasa bosan dengan kondisi-kondisi saat ini….

Berikanlah sebuah pemahaman yang baru dalam pelayanan itu maka saya percaya setiap pemahaman yang keliru pasti dapat di luruskan oleh lembaga gereja tersebut…
1 pesan saya be strong and be the champions…
Problem is never ending…..
Tetapi setiap masalah bukan tidak ada solusi dan jalan keluar…. Maka masalah tersebut dapat dipecahkan….





#semuelkorwa@gmail.com/081240337609

Waktu....(Time)



Sabtu 9 September 2017
#junetkorwa@yahoo.com

Time…                                          
Waktu

Waktu merupakan penunjuk arah rotasi evolusi bumi mengelilingi matahari.. waktu merupakan penentu pergantian antara pagi, siang, sore dan malam.. waktu di ciptakan sang pencipta kepada manusia agar manusia itu selalu mengingat akan kebesaran Tuhan dalam hidupnya… dimana semasa pergantian waktu merupaka masa-masa kehidupan manusia di muka bumi, manusia tidak hidup panjang dan lama….

Jadi waktu sangatlah berharga bagi kehidupan manusia itu, maka dengan demikian hargailah waktu yang telah Tuhan berikan kepada kita manusia dan bumi yang telah Dia jadikan kepada kita…

Tidak banyak waktu kita di bumi, memberikan kesempatan pada diri kita untuk berkarya dan menjalankan keinginan kita di bumi…
Sebenarnya yang dibutihkan manusia itu adalah ketentraman dalam hidup dimana segala sesuatu tentang kebutuhannya telah terpenuni dan kebutuhan hidup tidak lagi mendesak manusia itu….. jika hal demikian telah terjadi maka percaya atau tidak…. Tidak akan ada lagi konflik rumah tangga, konflik antar ras, suku agama maupun urusan politik lainnya… karena semua manusia itu sudah hidup sejahtera dan enak pula, maka dengan demikian tidak perlu membuang-buang waktu untuk mengejar karir, kekayaan, pekerjaa, uang dan ketenaran.

Kehidupan semuanya yang ada di dalam Bumi merupakan cerminan dari pada waktu, yang di mulai dari masa penciptaan bumi, masa perjanjina lama, masa evolusi bumi, masa purbakala, masa zaman sebelum masehi, masa setelah masehi, masa perang dunia pertama, masa perang dingin, masa perang dunia ke dua, masa evolusi industry, masa-masa menjajahan antar Negara, suku, ras, masa era80an, era90, masa tahun 2000, dan sampai pada masa sekarang saat kita ini. Coba anda hitunglah berapa lama kah tahun-tahun yang telah beralalu itu hingga sampai kepada masa kita pada saat sekarang ini…. Kesemuanya itu merupakan kurun waktu yang sangat panjang dan lama, maka dengan demikian waktu itu sangatlah penting dalam kehidupan evolusi manusia…

Nah para sobat cerpen marilah kita hargai waktu yang sudah di jadikan oleh Tuhan bagi kehidupan kita, renungkanlah itu semua dengan baik-baik dan tidak bersungut-sungut akan setiap waktu yang datang kepadamu, karena waktu itu adalah anugerah yang paling indah yang sudah Tuhan jadikan dalam kehidupan kalian…. Guyz…guyz…. 

salam jumpa pada cerpen PAM Ebenhaezer lagi yah..... maaf setelah sekian lama baru kami kembali memasukan entri baru pada blog ini....





#semuelkorwa@gmail.com/081240337609.


Perihal Tentang Doa

PEMUDA GKI EBENHAERZER RIDGE BIAK Bpk. Pndt. Max Kafiar “ Perihal Tentang Doa” Matius 6: 5 – 15 Doa Bapa Kami 9.   Karena...