Senin, 02 Oktober 2017

Perihal Tentang Doa


PEMUDA GKI EBENHAERZER RIDGE BIAK
Bpk. Pndt. Max Kafiar

“Perihal Tentang Doa”
Matius 6: 5 – 15
Doa Bapa Kami

9. 
Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
10. datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
11. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
12. dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
13. dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)


Pengantar
Doa adalah alat komunikasi antara orang percaya dengan Tuhan,, melalui Doa kita membangun relasi yang intim dengan Tuhan. Dengan doa kita mengucap syukur kepada Tuhan dan menyampaikan segala kebutuhan hidup kita, bahkan dalam situasi yang sulit, kita selalu memohon pertolonganNya.
Doa yang sunguh – sunguh naik dari hati nurani yang bersih mengandung kuasa Ilahi yang besar; apalagi kalau disertai dengan puasa. (bacaan Yakobus 5 : 16c ; Matius 17:21)

Dengan perikop ini Yesus menyampaikan KhotbahNya diatas bukit dan salah satu Thema tentang hal berdoa. Yesus menandaskan bahwa berdoa tidak boleh terlalu Demonstrarif (Berdiri dimuka umum untuk pamer kebolehan), bukan berarti tidak boleh berdoa dimuka umum, berdoa dimuka umum dalam acara-acara tentu boleh tetapi yang dimaksud Yesus adalah orang yang sengaja berdiri dimuka umum dan berdoa, di Pasar, ditengah keramaian tanpa diundang.

Doa juga tidak boleh bertele-tele, cukup menyampaikan maksud yang hendak disampaikan, Yesus juga menyarankan agar Doa pribadi lebih baik ditempat yang tersembunyi atau dikamar. Alangkah indahnya kalau setiap keluarga Kristen mempunyai kamar Doa khusus (tempat bergumum dengan Tuhan).

1.      Berdoa yang benar adalah doa yang naik dari hati nurani yang didasari dengan Iman dan Pengharapan (Yakobus 5:6c) Doa juga harus disampaikan langsung maksud dan tujuan yang hendak disampaikan kepada Tuhan dan jangan bertele-tele karena Tuhan susah mengetahui apa yang hendak kita sampaikan (Matius 6:8)

2.      Pembagian Doa dana Doa Bapa Kami: 
pada ayat 9 -10 pada ayat 9 itu khusus Pengagungan Nama Tuhan dan Pengucapan Syukur dan pemuliaan namaNya, sebagai Allah yang Maha Kuasa dan Maha Kudus serta Maha Tinggi. Allah yang Maha Tinggi itu kita mohon untuk hadir dalam kehidupan kita agar kita dapat merasakan Damai Sejahtera dan dapat melakukan kehendak Tuhan, sehingga suasana damai sejahtera yang ada di Sorga juga hadir di bumi damai sejahtera tersebut harus di bangun dalam relasi dengan Allah dan sesame manusia.
Ayat 11. Pada ayat ini mengungkapkan tentang kebutuhan jasmani sehari – hari, baik makan, minum, pakaian, perumahan dst. Menyangkut seluruh kebutuhan jasmani.
Ayat 12. Permohonan pengampunan, bahwa kita sebagai manusia yang hakekatnya penuh dengan dosa agar diberi pengampunan dan berdasarkan pengampunan itulah kita dapat mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita.
Pengampunan itu sudah terjadi melalui salib kematian dan kebangkitan Kristus, kini bagaimana kita dapat mengampuni orang lain..? inilah ciri – ciri Kekristenan yang sesungguhnya.
Ayat 13. Janganlah membawa kami kedalam pencobaan, yang dimaksud bahwa: Tuhan jangan biarkan kita manusia yang lemah ini untuk menghadapi pencobaan yang lebih dari kekuatan kita (Pencobaan yang dimaksud disini datangnya dari sijahat) atau dengan kata lain “Tuhan jangan biarkan kami jatuh dalam kuasa iblis, tetapi lepaskanlah kami dari pada kuasa kejahatan iblis. Karena kita lemah, maka kita butuh kekuatan dari Tuhan”.
karena Tuhan kita mempunyai kuasa yang besar atas langit dan bumi dan kedaulatan pemerintahanNya mengatasi segala kuasa di bumi.
kemuliaanNya melampaui segala akan manusia serta melampaui ruang dan waktu sampai selama-lamanya.

3.      Manfaat dan Tujuan Doa Bapa Kami bagi orang Kristen?
Doa Bapa Kami adalah Doa uang paling sempurna oleh karena itu orang Kristen yang belum tahu dan cakap untuk berdoa maka Doa Bapak Kami lah pilihan untuk diucapkan dengan Iman.
Itulah maksud dan tujuan Yesus mengajarkannya kepada kita. Asal diucapkan dalam penghayatan yang sungguh dengan Iman dan Pengharapan.

4.      Yang harus kita lakukan agar Doa kita dikabulkan
1.      Mengampuni kesalahan orang lain, karena itu merupakan ciri-ciri kekristenan yang benar (ayat 14-15).

2.      Doa dengan rendah hati seperti seorang pemungut cukai (Lukas 18:13-14).






semuelkorwa@gmail.com/WA. 081240337609

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perihal Tentang Doa

PEMUDA GKI EBENHAERZER RIDGE BIAK Bpk. Pndt. Max Kafiar “ Perihal Tentang Doa” Matius 6: 5 – 15 Doa Bapa Kami 9.   Karena...