PEMUDA
GKI EBENHAERZER RIDGE BIAK
Bpk. Pndt. Max Kafiar
“Perihal Tentang Doa”
Matius
6: 5 – 15
Doa
Bapa Kami
9. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
10. datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu
di bumi seperti di sorga.
11. Berikanlah
kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
12. dan ampunilah kami akan kesalahan kami,
seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
13. dan janganlah membawa kami ke dalam
pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang
empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
Pengantar
Doa adalah alat
komunikasi antara orang percaya dengan Tuhan,, melalui Doa kita membangun
relasi yang intim dengan Tuhan. Dengan doa kita mengucap syukur kepada Tuhan
dan menyampaikan segala kebutuhan hidup kita, bahkan dalam situasi yang sulit,
kita selalu memohon pertolonganNya.
Doa yang sunguh
– sunguh naik dari hati nurani yang bersih mengandung kuasa Ilahi yang besar;
apalagi kalau disertai dengan puasa. (bacaan Yakobus 5 : 16c ; Matius 17:21)
Dengan perikop
ini Yesus menyampaikan KhotbahNya diatas bukit dan salah satu Thema tentang hal
berdoa. Yesus menandaskan bahwa berdoa tidak boleh terlalu Demonstrarif (Berdiri
dimuka umum untuk pamer kebolehan), bukan berarti tidak boleh berdoa dimuka
umum, berdoa dimuka umum dalam acara-acara tentu boleh tetapi yang dimaksud
Yesus adalah orang yang sengaja berdiri dimuka umum dan berdoa, di Pasar,
ditengah keramaian tanpa diundang.
Doa juga tidak
boleh bertele-tele, cukup menyampaikan maksud yang hendak disampaikan, Yesus
juga menyarankan agar Doa pribadi lebih baik ditempat yang tersembunyi atau
dikamar. Alangkah indahnya kalau setiap keluarga Kristen mempunyai kamar Doa
khusus (tempat bergumum dengan Tuhan).
1.
Berdoa
yang benar adalah doa yang naik dari hati nurani yang didasari dengan Iman dan
Pengharapan (Yakobus 5:6c) Doa juga harus disampaikan langsung maksud dan
tujuan yang hendak disampaikan kepada Tuhan dan jangan bertele-tele karena
Tuhan susah mengetahui apa yang hendak kita sampaikan (Matius 6:8)
2.
Pembagian
Doa dana Doa Bapa Kami:
pada ayat 9 -10 pada ayat 9 itu
khusus Pengagungan Nama Tuhan dan Pengucapan Syukur dan pemuliaan namaNya,
sebagai Allah yang Maha Kuasa dan Maha Kudus serta Maha Tinggi. Allah yang Maha
Tinggi itu kita mohon untuk hadir dalam kehidupan kita agar kita dapat
merasakan Damai Sejahtera dan dapat melakukan kehendak Tuhan, sehingga suasana
damai sejahtera yang ada di Sorga juga hadir di bumi damai sejahtera tersebut
harus di bangun dalam relasi dengan Allah dan sesame manusia.
Ayat 11. Pada ayat ini mengungkapkan
tentang kebutuhan jasmani sehari – hari, baik makan, minum, pakaian, perumahan
dst. Menyangkut seluruh kebutuhan jasmani.
Ayat 12. Permohonan pengampunan, bahwa
kita sebagai manusia yang hakekatnya penuh dengan dosa agar diberi pengampunan
dan berdasarkan pengampunan itulah kita dapat mengampuni orang lain yang
bersalah kepada kita.
Pengampunan itu sudah terjadi
melalui salib kematian dan kebangkitan Kristus, kini bagaimana kita dapat
mengampuni orang lain..? inilah ciri – ciri Kekristenan yang sesungguhnya.
Ayat 13. Janganlah membawa kami kedalam
pencobaan, yang dimaksud bahwa: Tuhan jangan biarkan kita manusia yang lemah
ini untuk menghadapi pencobaan yang lebih dari kekuatan kita (Pencobaan yang
dimaksud disini datangnya dari sijahat) atau dengan kata lain “Tuhan jangan
biarkan kami jatuh dalam kuasa iblis, tetapi lepaskanlah kami dari pada kuasa
kejahatan iblis. Karena kita lemah, maka kita butuh kekuatan dari Tuhan”.
karena Tuhan kita mempunyai
kuasa yang besar atas langit dan bumi dan kedaulatan pemerintahanNya mengatasi
segala kuasa di bumi.
kemuliaanNya melampaui segala
akan manusia serta melampaui ruang dan waktu sampai selama-lamanya.
3.
Manfaat
dan Tujuan Doa Bapa Kami bagi orang Kristen?
Doa
Bapa Kami adalah Doa uang paling sempurna oleh karena itu orang Kristen yang
belum tahu dan cakap untuk berdoa maka Doa Bapak Kami lah pilihan untuk diucapkan dengan Iman.
Itulah
maksud dan tujuan Yesus mengajarkannya kepada kita. Asal diucapkan dalam
penghayatan yang sungguh dengan Iman dan Pengharapan.
4.
Yang
harus kita lakukan agar Doa kita dikabulkan
1.
Mengampuni
kesalahan orang lain, karena itu merupakan ciri-ciri kekristenan yang benar (ayat
14-15).
2.
Doa
dengan rendah hati seperti seorang pemungut cukai (Lukas 18:13-14).
semuelkorwa@gmail.com/WA. 081240337609

Tidak ada komentar:
Posting Komentar