Iman merupakan karunia Allah (Roma 12:3), timbul karena menanggapi/
menerima kebenaran setelah mendengarkan Firman Tuhan (Roma 10:16-21). Tanpa
karunia Allah dan tanggapan manusia maka tidak akan ada iman dalam hati
manusia.
Ibarat pohon maka iman adalah akar. Bila akar
kuat maka pohon akan kokoh berdiri menunjang batang dan cabang-cabang yang ada
di atasnya, sebaliknya bila akar lemah, maka pohon rentan dan mudah tumbang
terkena terpaan angin kencang. Karena iman, tokoh-tokoh dalam Alkitab melakukan
kebenaran dan kehendak Allah, bahkan hal-hal yang tidak masuk akal dan
supranatural. (Ibrani 11):
FAKTA => IMAN => PERASAAN / KEYAKINAN
Dengan kata lain iman adalah menerima “penyingkapan” kenyataan atau
fakta oleh Allah kepada manusia. Kita orang beriman harus menerima fakta bahwa
darah Yesus Kristus telah menghapus dosa-dosa manusia. Dengan menerima fakta
ini, iman akan dikaruniakan oleh Allah di dalam hati. Keyakinan (perasaan) dan
pengetahuan sama sekali tidak bisa menjadi dasar dari eksis atau tidak
eksis-nya iman dalam hati. Tetapi memang orang yang kuat imannya akan bertidak
dengan yakin (tidak ragu-ragu).
Iman adalah pekerjaan jiwa yang dengannya kita merasa pasti akan keberadaan dan kebenaran dari sesuatu yang tidak ada di depan kita, atau tidak tampak.bagi indera manusia
APAKAH
ITU IMAN: (IBRANI 11:1)
Setiap
orang menilai iman secara berbeda,
yang akan dirasanya sukar bahkan tidak mungkin untuk menunjukkannya dengan cara-cara yang
tampak. Ini merupakan hal mempraktikan iman - latihan sukarela -
yang memampukan kita untuk bertambah dalam mempercayai kebenaran-kebenaran besar yang
Allah berkenan nyatakan....!



