Kamis, 05 Juni 2014

IMAN

Iman merupakan karunia Allah (Roma 12:3), timbul karena menanggapi/ menerima kebenaran setelah mendengarkan Firman Tuhan (Roma 10:16-21). Tanpa karunia Allah dan tanggapan manusia maka tidak akan ada iman dalam hati manusia.
Ibarat pohon maka iman adalah akar. Bila akar kuat maka pohon akan kokoh berdiri menunjang batang dan cabang-cabang yang ada di atasnya, sebaliknya bila akar lemah, maka pohon rentan dan mudah tumbang terkena terpaan angin kencang. Karena iman, tokoh-tokoh dalam Alkitab melakukan kebenaran dan kehendak Allah, bahkan hal-hal yang tidak masuk akal dan supranatural. (Ibrani 11): 

FAKTA => IMAN => PERASAAN / KEYAKINAN
Dengan kata lain iman adalah menerima “penyingkapan” kenyataan atau fakta oleh Allah kepada manusia. Kita orang beriman harus menerima fakta bahwa darah Yesus Kristus telah menghapus dosa-dosa manusia. Dengan menerima fakta ini, iman akan dikaruniakan oleh Allah di dalam hati. Keyakinan (perasaan) dan pengetahuan sama sekali tidak bisa menjadi dasar dari eksis atau tidak eksis-nya iman dalam hati. Tetapi memang orang yang kuat imannya akan bertidak dengan yakin (tidak ragu-ragu).

Iman adalah pekerjaan jiwa yang dengannya kita merasa pasti akan keberadaan dan kebenaran dari sesuatu yang tidak ada di depan kita, atau tidak tampak.bagi indera manusia 

APAKAH ITU IMAN: (IBRANI 11:1)
Setiap orang menilai iman secara berbeda, yang akan dirasanya sukar bahkan tidak mungkin untuk menunjukkannya dengan cara-cara yang tampak. Ini merupakan hal mempraktikan iman - latihan sukarela - yang memampukan kita untuk bertambah dalam mempercayai kebenaran-kebenaran besar yang Allah berkenan nyatakan....! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perihal Tentang Doa

PEMUDA GKI EBENHAERZER RIDGE BIAK Bpk. Pndt. Max Kafiar “ Perihal Tentang Doa” Matius 6: 5 – 15 Doa Bapa Kami 9.   Karena...